Latest Post

Muhammadiyah dirikan pesantren entrepreneur

Written By marbun on Monday, September 23, 2013 | 12:56 PM

Persyarikatan Muhammadiyah bakal mendirikan pesantren entrepreneur di Desa Benjeng, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, dalam rangka menciptakan wirausahawan-wirausahawan baru.

Penandatangan prasasti pendirian pesantren tersebut dilakukan oleh Menkominfo, Muhammad Nuh di rumah penggagasnya, pengusaha H. Bisri Ilyas di Perumahan Rewin Sidoarjo, Sabtu.

Penandatangan tersebut turut disaksikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsudin, Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Syafiq Mughni, Bupati Bojonegoro, Suyoto dan ratusan undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Bisri menyerahkan tanah wakaf seluas 95.663 meter persegi kepada Muhammadiyah yang nantinya akan digunakan untuk mendirikan pesantren entrepreneur.

Pesantren tersebut nantinya akan dikelola secara bersama antara Majelis Dikdasmen dan Majelis Ekonomi PW Muhammadiyah (PWM) Jatim, PDM Gresik dan PC Muhammadiyah Benjeng.

Dien dalam sambutannya mengatakan pendirian pesantren entrepreneur merupakan gagasan yang menarik karena persoalan ekonomi menjadi kelemahan umat Islam dan pesantren ini akan menjadi faktor kemajuan umat.

"Umat Islam memang ironi, Islam masuk ke nusantara dengan dibawa pedagang namun ekonomi menjadi titik lemah umat Islam, sehingga umat tidak banyak bergerak dan lebih tampil sebagai tangan di bawah daripada tangan diatas," katanya.

Dien mengatakan gagasan mendirikan pesantren entrepreneur merupakan yang pertama kali di lingkungan Muhammadiyah. "Umat ini masih banyak memerlukan orang seperti Pak Bisri," katanya.

Menkominfo, Muhammad Nuh juga menyambut baik gagasan pendirian pesantren tersebut. "Banyak model meraih kesejahteraan, model sekarang adalah berbasiskan entrepreneur," katanya.

Pada acara yang sama juga dilakukan peluncuran buku "Sukses Bisnis Petunjuk Al-Qur'an" karangan Bisri Ilyas dan dibedah oleh Pimpinan Ponpes Gontor, Syukri Zarkasyi dan dosen IAIN Sunan Ampel MUI Jatim, Roem Rowi dan M. Nuh.

Bisri Ilyas (72) adalah pengusaha alumni Ponpes Gontor yang banyak mewakafkan asetnya untuk Muhammadiyah. Dia adalah pengembang, sejumlah perumahan, pemilik armada angkutan semen, pemilik armada bus dan sejumlah usaha.

Ini alamat facebook Ikatan pengusaha muda muhammadiyah (IPMM)

Bagi yang mencari alamat facebook Ikatan pengusaha muda muhammadiyah (IPMM), silahkan klik di sini. Anda dapat berbagi informasi dengan para pengusaha muda Muhammadiyah.

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Selenggarakan “Saudagar Fest 2013”

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) menyelenggarakan eksebisi bisnis pengusaha NU dalam program “Saudagar Fest 2013” di Mall of Indonesia Kelapa Gading Jakarta, 9-22 September 2013.

Gelaran pameran ini berkenaan dengan upaya HPN dalam menyongsong peringatan satu abad Nahdlatut Tujjar, sebuah gerakan ekonomi awal abad ke-20 sebagai embrio berdirinya NU.

Panita telah menyiapkan 100 stan yang akan menampilkan ratusan produk dan jasa yang menjadi bidang bisnis perusahaan dan UKM Nahdliyin dari seluruh Indonesia. Selain pameran dalam perhelatan dua minggu tersebut akan diadakan acara “Temu Saudagar NU dan Bursa Peluang Usaha’, yang membicarakan strategi pemberdayaan ekonomi Nahdliyin dan penawaran peluang-peluang usaha untuk para pengusaha Nahdliyin di seluruh Indonesia. 

Menurut Ketua Umum HPN Ir Abdul Kholik, peluang usaha yang akan ditawarkan dalam ajang Saudagar Fest antara lain wirausaha ticketing (kerjasama HPN-Tiket.com grup usaha SCTV) dan usaha micro finance (kerjasama Koperasi HPN-Syirkah Muawanah dengan Skd-Raptor, sebuah perusahaan Venture Capital asal Singapura. 

HPN juga menawarkan Usaha Produksi Beras Organik (kerjasama HPN-PT SAE) dan  peluang usaha menjadi pemasok supermarket Carefour (kerjasama HPN-PT Trans Retail Indonesia).

"Semua peluang usaha tersebut akan dipaparkan secara mendalam oleh masing-masing partner usaha HPN," tegas Abdul Kholik.

Sebagai badan asosiasi pengusaha yang non-struktural di NU, HPN bertekad menjadi wadah bagi para pengusaha NU yang ingin mengembangkan usaha dan pasar dengan menggunakan spirit Nahdlatut Tujjar yang dibentuk pada 1918. 

"Atas dasar itu, HPN ingin mengejar ketertinggalan akses dan keterampilan bisnis para saudagar NU yang pernah diidam-idamkan Kyai Wahab Hasbullah saat menggagas Nahdlatut Tujjar," lanjut Abdul Kholik yang juga pemilik dan Direktur Utama Azet Surya, perusahaan manufaktur energi solar cell.

Karena itu, di sela Saudagar Fest 2013, HPN mengundang 200 pengusaha NU dan juga perwakilan LPNU dari 11 PWNU di Indonesia, dalam silaturahim Saudagar NU pada 14-15 September 2013.

"Dalam silaturahim tersebut, para pengusaha akan kami tawari untuk mengembangkan usaha bisnis di lima sektor tadi, di samping mengembangkan jaringan HPN di 11 provinsi sebagai tahapan awal," tandasnya. 

Sebagaimana diketahui, HPN didirikan dan diluncurkan oleh PBNU di Jakarta Convention Center, Jakarta, dalam acara “NU Expo 2011” sebagai rangkaian peringatan hari lahir NU. 

Siaran pers HPN menyebutkan, ke depan HPN merupakan asosiasi pengusaha independen berbasis pebisnis Nahdliyin dan akan menginduk pada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sabagai wadah pebisnis di Indonesia.

Musamus: Istana Rayap Yang Jadi Objek Wisata Merauke

Written By marbun on Wednesday, December 19, 2012 | 1:07 AM

Serangga seukuran semut ini dikenal sebagai hama yang kerap merusak dan menimbulkan kerugian secara ekonomi. Rayap biasanya memakan apapun benda yang terbuat dari kayu.

Rayap merupakan serangga sosial, karena keberadaannya yang berkumpul membentuk sebuah koloni. Tiap koloni mempunyai seekor Ratu, Ratu rayap dapat hidup sampai dengan 20 tahun bahkan lebih. Masa hidupnya hanya dihabiskan untuk bertelur dan berada di sarang, serta mempunyai ukuran sebesar jempol pria dewasa. Selain ratu, ada juga raja rayap , nimfa (bayi rayap), rayap pekerja, rayap prajurit dan laron.

Selain bersarang di rongga kayu, rayap pun seringkali membuat sarang dengan ukuran yang besar yang terbuat dari campuran tanah, kunyahan kayu, liur dan feses (kotoran) hingga membentuk sebuh gundukan. Dilihat dari luar, gundukan ini tampak biasa saja, namun didalamnya terdapat banyak lorong dan saluran kecil yang berfungsi sebagai ventilasi.

Di Merauke, gundukan sarang rayap tersebut disebut Musamus. Nama tersebut berasal dari sebutan Suku Marind, salah satu suku yang ada di Merauke. Musamus tersebar dibeberapa wilayah kabupaten Merauke dan Taman Nasional Wasur, dengan tinggi rata-rata diatas orang dewasa, sekitar 2 meter lebih.

Di dunia, Musamus hanya ada disegelintir wilayah, salah satunya di Merauke. Karena keunikan dan kelebihan yang dimiliki itu, kemudian Musamus dijadikan lambang daerah Kabupaten dan nama Universitas Merauke.

Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Dikembangkan Berdasarkan Kompetensi

Written By marbun on Monday, December 17, 2012 | 6:29 PM

Kurikulum Baru 2013, Perubahan kurikulum merupakan pekerjaan yang besar. Berubahnya kurikulum dapat merubah 4 aspek yang terkait di dalamnya, yaitu standar isi, standar proses, standar kelulusan, dan standar penilaian. Setelah berubah pun, kurikulum bukanlah hanya sebagai pajangan, tap harus diterjemahkan lagi dalam buku pengantar pelajaran yang akan disampaikan ke siswa. Tentang standar lulusan, perubahan akan tergambar dari soft skill dan hard skill yang diterjemahkan sebagai kompetensi para lulusan. Kedua kompetensi tersebut harus dinaikkan dan diseimbangkan dengan melibatkan tiga domain, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Dari segi isi, ada kedudukan mata pelajaran dan pendekatannya. Kalau sekarang kompetensi itu diturunkan dari mata pelajaran, ke depan akan berubah menjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari kompetensi. “Jadi mata pelajaran itu kendaraan saja. Kalau mau nyebrang lautan ya pakai kapal. Naik gunung pakai sepeda gunung,” kata Mendikbud M. Nuh, Selasa (13/11) di ruang kerjanya.

Pada standar proses, semula proses terpaku pada eksplorasi, terfokus. Sedang di kurikulum yang baru siswa menjadi lebih aktif dalam observasi. Dan untuk standar penilaian, akan dilakukan dengan berbasis kompetensi. Salah satu pendukung kompetensi itu adalah ekstrakulikuler Pramuka yang wajib diikuti semua siswa. Karena dalam pramuka terdapat leadership, kerja sama, keberanian, dan solidaritas.

Pendekatan kurikulum yang paling kritikal dan krusial berada pada pendidikan dasar SD dan SMP. Karena jika pendidikan di SD bagus, maka ke belakangnya juga akan bagus. Untuk SD-SMP digunakan pendekatan tematik integratif dalam semua mata pelajaran. Konsep ini merupakan metode pembelajaran yang didasarkan atas tema-tema. Dalam satu tema yang diangkat akan merambah ke mata pelajaran lain. “Misalkan pelajaran Bahasa Indonesia, guru mengambil tema sungai. Ada pendekatan observasi seperti apa sungai, apa isinya, kenapa bisa mengalir, dan sebagainya. Semua pendekatan tersebut akan mengarah kepada semua mata pelajaran. Baik bahasa indonesia, sains, agama, dan matematika,” Ujar Menteri Nuh.

Terdapat enam mata pelajaran yang akan diajarkan di SD. Yaitu Bahasa Indonesia, PPKn, Agama, Matematika, dan muatan lokal yang dibagi dua: prakarya dan pendidikan jasmani dan olahraga kesehatan. Dalam enam mata pelajar yang terintegrasi secra tematik ini, siswa tidak perlu lagi membawa puuluhan buku ke sekolah setiap harinya. Ada integrasi pembelajaran di dalamnya. Dengan perubahan kurikulum ini pula, siswa tidak terkungkung di dalam kelas ataupun laboratorium. Setiap apa yang dilihatnya menjadi bahan belajarnya, dan guru bukanlah satu-satunya sumber belajar.

Sumber

Ternyata Pilpres AS Bukan Pemilihan Langsung, Indonesia Lebih Hebat

Written By marbun on Monday, November 05, 2012 | 2:37 PM


Sistem pemilihan presiden Amerika Serikat cukup unik. Bahkan sangat unik, melihat dari betapa tuanya sistem ini diterapkan di sebuah negara demokratis terbesar di muka bumi.

Saat berkunjung ke Amerika Serikat dalam rangka mengikuti program pertukaran International Visitor Leadership Program (IVLP 2012) selama Agustus-September 2012 lalu, saya menangkap kesan beragam terhadap sistem pemilihan presiden AS.

Beberapa warga setempat yang saya temui di lebih dari lima negara bagian mengemukakan pendapat yang berbeda-beda. Bagi masyarakat umum yang kurang memahami kompleksitas sistem pemilu, mereka menganggap pilpres di Amerika berlangsung demokratis. Setiap orang berhak untuk memilih pasangan capres yang diinginkan, juga berhak untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

Namun, para pengamat dan akademisi di bidang politik yang memiliki pemahaman lebih seputar mesin pemilu di Amerika Serikat, termasuk bagaimana Electoral College menjalankan perannya sebagai penentu kunci presiden berikutnya, meyakinkan saya bahwa pelaksanaan pemilu di Amerika tidak sesederhana yang tampak di layar kaca atau di koran-koran.

Sebagian dari mereka menilai sistem pemilu tidak cukup adil karena kekuasaan rakyat dalam memilih presiden menjadi semu. Sementara sebagian lain menganggap mekanisme pemilihan presiden yang sudah berjalan sejak kemerdekaan Amerika Serikat ini sangat demokratis, bahkan sempurna. Tetapi, dengan catatan, sistem ini hanya cocok diterapkan di Amerika Serikat.

Langsung atau tidak langsung?

Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya sistem pemilu di "Negara Paman Sam", sebaiknya dimulai dengan menjawab pertanyaan, apakah rakyat Amerika Serikat memilih calon presiden mereka secara langsung atau tidak?

Bila menganggap pemilu di Amerika Serikat adalah pemilu langsung, Anda salah. Dan faktanya, di Amerika sendiri, banyak warga yang tidak sadar bahwa mereka memiliki persepsi yang salah seperti Anda.

Yang mereka tahu bahwa hari ini mereka mencoblos si A sebagai presiden, maka suaranya itu akan langsung diterima oleh si calon. Mereka tidak tahu kalau ternyata calon presiden pilihan mayoritas rakyat belum tentu menjadi presiden berikutnya.

Namun, bila Anda menganggap pilpres Amerika Serikat menggunakan sistem tidak langsung, jangan bayangkan sistem ini berjalan sesederhana pilpres Indonesia di era Orde Baru, rakyat memilih anggota DPR, lalu anggota DPR memilih presiden dengan cara musyawarah ataupun dengan pemungutan suara di gedung rakyat.

Bila Anda memiliki kesempatan berdiskusi dengan warga Amerika seputar sistem pemilihan presiden, niscaya mereka akan merasa iri dengan sistem pilpres Indonesia pascakejatuhan Orde Baru yang benar-benar dijalankan secara langsung.

Iri karena warga Indonesia benar-benar memilih calon yang mereka inginkan, sedangkan mereka seolah-olah memilih seorang kandidat secara langsung, tetapi secara teknis, presiden terpilih bukanlah pilihan mereka.

"Electoral college"

Pemilihan presiden di Amerika Serikat menggunakan sistem electoral college, yaitu sebuah sistem yang menjadi penentu akhir presiden berikutnya. Dalam sistem ini, presiden terpilih tidak diangkat berdasarkan pilihan rakyat lewat pemungutan suara di TPS, tetapi oleh electoral votes (suara pemilu) yang tersebar di 51 negara bagian.

Setiap negara bagian memiliki jatah electoral votes yang berbeda. Jatah ini ditentukan oleh banyaknya alokasi kursi Senat dan DPR yang dimiliki tiap-tiap negara bagian. Alokasi kursi Senat dan DPR sendiri bisa berubah berdasarkan populasi penduduk yang ditetapkan oleh sensus sepuluh tahunan.

Saat ini terdapat 538 electoral votes. Jumlah itu ditetapkan berdasarkan 435 kursi DPR (House of Representatives), 100 kursi Senat, ditambah tiga jatah electoral votes untuk ibu kota Washington DC—meskipun kota pemerintah federal ini tidak memiliki wakil di Senat.

Untuk memenangi pemilu, seorang calon presiden harus mendapatkan minimal 270 dari 538 electoral votes. Oleh karena itu, dalam setiap pemilu, para politisi selalu membidik negara bagian yang memiliki jumlah electoral votes terbanyak, seperti California (55), Texas (34), Florida (27), dan Illinois (21).

Setelah pemungutan suara selesai, para electors (orang yang memiliki mandat atas electoral votes) akan menggelar konvensi di ibu kota negara bagian untuk memberikan suara mereka. Dalam pertemuan yang berlangsung pada bulan Desember inilah pilpres benar-benar digelar secara langsung. Mereka akan memilih satu dari dua pasangan capres yang sedang bertarung menuju Gedung Putih.

Lantas bagaimana "elector" ditetapkan?
Pemegang electoral votes diangkat oleh dewan pimpinan partai di tingkat negara bagian. Penetapannya dilakukan dengan mempertimbangkan loyalitas kepada partai dan diyakini tidak akan mengkhianati suara rakyat dan suara partai yang diwakilinya.

Para elector dipilih oleh partai sebelum pemilu berlangsung, waktu persisnya berbeda di masing-masing negara bagian. Masa jabatannya pun berbeda. Dan, satu hal, tidak ada pengumuman resmi dari partai terkait proses penetapan atau pengangkatan elector.

Itulah sebabnya, ketika warga Amerika ditanya soal elector, electoral votes ataupun electoral college, banyak dari mereka yang bingung dan balik bertanya, “Pertanyaan macam apa itu?” Tetapi, ada juga negara nagian yang mengumumkannya dan mencantumkan nama-nama mereka di kertas suara.

Setiap partai yang ikut pemilu, yakni Demokrat dan Republik, mengangkat elector sejumlah alokasi electoral votes di negara bagian masing-masing.

Misalnya, Wisconsin memiliki 10 electoral votes, maka partai di negara bagian ini masing-masing mengangkat 10 elector. Tetapi, hanya partai yang memenangi pemilu yang bisa mengirimkan elector-nya ke konvensi. Istilahnya, the winner take it all. Pemenang meraup semua jatah electoral votes di tingkat negara bagian.

Dengan sistem semacam itu, ada kesan bahwa pilpres empat tahunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat pada Selasa minggu pertama bulan November (tahun ini jatuh pada tanggal 6 November 2012) tidak digelar untuk memilih presiden, tetapi memilih partai mana yang akan menguasai electoral votes di tiap-tiap negara bagian.

"Popular vote vs electoral vote"

Sampai di sini, keunikan sistem pemilu AS belum seberapa. Saat konvensi electoral college berlangsung, ada beragam muslihat yang mungkin terjadi. Pasalnya, tidak ada ketentuan yang mewajibkan elector memberikan pilihan yang sama dengan amanat partai dan konstituennya.

Dalam electoral college, negara bagian boleh meminta dan boleh tidak meminta para elector memilih berdasarkan hasil pilpres. Dan, setiap elector bisa saja memilih capres yang berbeda dari capres pilihan mayoritas rakyat di tingkat negara bagian.

Esensi dari sistem pilpres di AS adalah pertarungan antara 51 negara bagian (termasuk Washington DC). Selain itu, pilpres di negara ini menggunakan sistem pemilu tidak langsung karena perolehan suara terbanyak tidak bisa memutuskan siapa presiden berikutnya sehingga, dalam sejarahnya, pilpres Amerika mengalami beberapa peristiwa di mana presiden pilihan rakyat tidak bisa menjabat di Gedung Putih.

Mereka adalah Andrew Jackson menang dalam pemungutan suara pilpres 1824, tetapi di electoral college dia kalah dari John Quincy Adams. Samuel Tilden menang dalam pemungutan suara pilpres 1876, tetapi di electoral college dia kalah dari Rutherford B Hayes. Grover Cleveland menang dalam pemungutan suara pilpres 1888, tetapi di electoral college dia kalah dari Benjamin Harrison.

Dan, kasus paling hangat adalah ketika Al Gore menang dalam pemungutan suara pilpres 2000, tetapi akhirnya George W Bush yang menjadi presiden setelah berhasil mencundangi lawannya di electoral college.

Hasil seri

Bagaimana jika hasil perolehan suara electoral college berimbang, dengan perolehan 269 untuk Obama dan 269 untuk Romney?

Bila ini terjadi (dan mungkin terjadi karena total electoral votes adalah bilangan genap), pemilihan presiden berpindah ke lembaga DPR (House of Representatives), berdasarkan Amandemen ke-12 UUD.

Namun, berbeda dengan sistem electoral college di mana satu suara mewakili satu pilihan, pemilihan presiden di DPR ini diwakili oleh 51 suara berdasarkan jumlah negara bagian plus Washington DC. Artinya, setiap negara bagian (yang diwakili oleh sejumlah anggota DPR) hanya memiliki satu suara untuk satu calon presiden.

Pemilihan juga tidak dilakukan dalam satu paket seperti sebelumnya. Calon presiden dan calon wakil presiden menghadapi dua pemilihan yang berbeda.

Capres yang pertama kali meraih 26 suara dari total 51 suara, dinyatakan terpilih sebagai presiden yang baru. Proses pemilihan presiden ini harus selesai paling lambat tanggal 4 Maret.

Setelah itu, lembaga Senat akan memilih calon wakil presiden dengan cara satu orang Senator memiliki satu suara. Cawapres yang meraih 51 suara dari total 100 suara ditetapkan sebagai wakil presiden, mendampingi presiden hasil pemilihan di lembaga DPR.

Sumber

Pendidikan NU Makin Canggih

ORANG bisa saja mengatakan bahwa lembaga pendidikan di NU kebanyakan hanya mengajarkan kitab kuning. Namun tidak bagi lembaga pendidikan Maarif yang ada di Sidoarjo.

Yayasan pendidikan ini mengajarkan ilmu pendidikan moderen. Di tingkat sekolah atas, ada SMK dengan berbagai jurusan, mulai dari penyiaran, otomotif dan lain sebagainya.

Bila berkunjung ke lembaga pendidikan ini pada saat ada acara atau peringatan, akan terlihat beberapa kru televisi yang secara profesional mendokumentasikan acara tersebut.

Mereka itu bukanlah kru dari televisis swasta, namun bagian dari anak-anak SMK Maarif yang sedang bertugas.

Sistem pendidikan seperti ini biasanya hanya ada di Muhammadiyah. Tapi NU ternyata sudah melangkah jauh.

Ditunggu applikasi ilmu tersebut dalam dunia nyata, saat Muhammadiyah dan NU mempunyai stasiun televisi nasional, mempunyai pabrik mobil sendiri, mempunyai bank sendiri dan juga tentunya mempunyai rumah sakit sendiri.


Lihat linknya di sini

1. Yayasan Pendidikan Maarif.

Pesantren

Persaudaraan Haji Alumni Al Kautsar Al Akbar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AlAkbarNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger