Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Pustaka KBAA

KBAA --  Pustaka KBAA merupakan penerbitan buku online untuk karya-karya yang layak diterbitkan dan berguna untuk publik. Iktiyar ini dicetuskan oleh Julkifli Marbun untuk mendorong alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar menulis buku dan menerbitkannya secara online maupun dalam bentuk buku.

Buku pertama yang diterbitkan oleh Pustaka KBAA adalah 'Pesantren Al Kautsar Al Akbar: Kiprah dan Pegabdian' ditulis oleh Julkifli Marbun MA. Buku ini diterbikan secara online. Buku ini sudah pada edisi yang ke-2.

Pustaka KBAA dalam operasionalnya bekerjasama dengan pihak ketiga dalam proses produksi dan penulisan buku. Bagi pembaca yang tertarik untuk bergabung dipersilahkan. Saat ini Pusataka KBAA bekerjasama dengan Penerbit Tobapos dan Tobapos Perduli dalam pendanaannya.

Pembaca dapat ikut berpartisipasi dalam penerbitan buku di Pustaka KBAA dengan memberikan donasi di Tobapos Perduli       

Mau Ikut Kontes Blog?? Lihat kontesblogmuslim.com

KBAA --  Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja menggelar kontes blog berupa tulisan pendek dan video singkat yang diperuntukkan remaja dan pemuda untuk menyemarakkan Sumpah Pemuda ke-87.

"Kontes blog ke-4 itu mengambil tema 'Rasa Syukur Hidup Nikmat di Nusantara dari Perspektif Remaja dan Pemuda'" kata Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi dalam keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Rabu.

Ia menjelaskan kontes blog kali ini ditujukan untuk membangkitkan optimisme kaum muda atas kenikmatan hidup di bumi Nusantara.

"Berbeda dengan berbagai negara di Jazirah Arab yang sedang dilanda konflik, umat Islam di Indonesia bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan berbagai ras, suku dan agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara," katanya.

Fakta itu tidak bisa dimungkiri, bahkan kenikmatan hidup di Nusantara itu harus diakui berasal dari sumbangsih para pendiri bangsa, termasuk para ulama Nusantara yang konsisten menjaga pondasi kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, kata pria yang aktab disapa Cak Usma itu, PPM Aswaja ingin mendorong generasi muda Indonesia memiliki niat, optimisme, tekad kuat, dan aktivitas yang berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.

"Berbekal warisan semangat leluhur dan para pendiri bangsa, kontes blog ini diharapkan dapat melahirkan optimisme bangsa Indonesia, sehingga dapat maju dan berkembang menjadi mercusuar dunia yang religius dan tidak terkotak-kotak oleh konflik sektarian dan agama," katanya.

Pria kelahiran Semarang itu menambahkan kontes blog terbuka untuk umum dan digelar mulai 28 Oktober 2015 hingga 28 Januari 2016.

Peserta bisa mengirimkan karya dalam bentuk tulisan pendek maksimal 1.000 kata dan video singkat maksimum 3 menit. Informasi selengkapnya ada pada laman www.kontesblogmuslim.com.

"Panitia menyediakan hadiah total Rp10 juta untuk tiga karya terbaik dan karya favorit. Juga sepuluh hadiah hiburan bagi karya terpilih lainnya. Biasanya kami juga menambahkan reward lebih di tengah kompetisi," katanya.

Jadwal Kontes Blog adalah Pengiriman dan Seleksi Awal Materi Blog (28 Oktober 2015-28 Januari 2016), Penilaian Tahap ke-1 untuk Menyaring 30 Besar (1-15 Februari 2016), Penilaian Tahap ke-2 untuk Menyaring 10 Besar (16-28 Februari 2016), Penilaian Final (1-15 Maret 2016), Pengumuman Pemenang (16-31 Maret 2016), dan Penyerahan Hadiah Lomba (1-15 April 2016).

"Kontes blog muslim ke-4 ini didukung oleh KPAI Pusat, MUI, dan PBNU. Info selengkapnya dapat menghubungi: ppm.aswaja@gmail.com atau www.ppmaswaja.org," katanya.        

Seniman Pesantren Gelar Pameran Lukisan di Jakarta

KBAA --  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Gallery akan menggelar pameran dan lelang lukisan bertema pesantren di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (22/10), sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional.

Lukisan yang dipamerkan di antaranya karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Munawir, D Zawawi Imron, dan Toto MS, kata pengelola NU Gallery, Ubaidillah yang juga penanggung jawab pameran di Jakarta, Senin.

"Gus Mus sudah mengirimkan beberapa karya yang menjadi ciri khasnya, dengan estetika yang bertema spiritualitas khas pesantren," kata Ubaidillah.

Toto MS akan memamerkan karya istimewa bertajuk "Hadratus Syaikh", yang merupakan karya lukisan tentang sosok pendiri NU KH Hasyim Asyari. Sedangkan D Zawawi Imron yang digelari "Celurit Emas" selain memamerkan lukisannya juga akan membaca puisi "Resolusi Jihad".

Selama ini, kata Ubaidillah, lukisan-lukisan bertema pesantren sangat jarang mendapat perhatian. Pesantren hanya dilihat sebagai lembaga pendidikan yang tidak banyak menampilkan narasi estetik maupun keindahan dalam khazanah tradisinya.

"Padahal, pesantren juga memiliki khazanah kesenian yang kaya, di antaranya dalam tembang, syair, dan lukisan," kata Ubaidillah yang juga Staf Menko Polhukam itu.

Pameran dan lelang lukisan itu turut memeriahkan puncak acara dalam rangkaian Kirab Hari Santri Nasional yang dimulai sejak 18 Oktober di Tugu Pahlawan Surabaya sampai garis finish pada 22 Oktober di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Rute kirab ini melalui 18 titik di beberapa kota di pesisir Jawa, dari Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan, Cirebon hingga ke arah Karawang serta berakhir di Jakarta.

Pada rangkaian kirab, rombongan peserta mengunjungi beberapa ulama, di antaranya Kiai Maimun Zubair (Sarang), Kiai Mustofa Bisri (Rembang), dan KH Dimyati Rois (Kendal).

Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) akan dideklarasikan Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Kamis (22/10). (antara)    

Pesantren tak Luput Jadi Target Narkoba

KBAA --  Modus penyebaran narkotika serta obat-obatan terlarang (narkoba) di kalangan remaja terus mengalami ”inovasi”. Berbeda target dan sasaran, tentu lain pula modus operandinya.

Dalam melakukan aksinya, pengedar tentu berharap mendapat keuntungan secara ekonomi. Namun, dampak ikutannya apakn merusak moral bangsa.

Modus itulah yang kini masih menjadi pertanyaan di kalangan pemuka agama atas kemunculan kasus peredaran narkoba di pesantren. Dalam melancarkan aksinya, pengedar pun berbaur di pesantren, dengan menjadi santri.

Modus itu membuat mereka lebih leluasa melancarkan misinya. Mengingat, kapan pun transaksi bisa dilakukan lantaran setiap saat bertemu santri. Modus demikian ditemukan di Jawa Barat. Sejauh ini, lokasi sasarannya adalah pondok pesantren yang relatif baru.

Fakta demikian tentu jadi perhatian kalangan pesantren lain di berbagai daerah, tidak terkecuali Pati. Di Bumi Mina Tani, terdapat ratusan pesantren tersebar di berbagai kecamatan.

More

Al Washliyah Minta Pemerintah Perkuat Pendidikan Madrasah dan Pesantren

KBAA --  Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah Yusnar Yusuf menyatakan, pihaknya mendukung penetapan Hari Santri Nasional (HSN) setiap 22 Oktober. Meski begitu, Yusnar mengingatkan HSN semestinya berbuah peningkatan perhatian pemerintah pada santri.

"Dalam perjalanan pascakemerdekaan, santri kerap tidak diperhatikan. Bantuan lewat APBN hingga hari ini belum ada keberpihakan pada santri," ujar Yusnar ketika dihubungi ROL, Ahad (18/10).

More

Ini Jalur Kirab Hari Santri Nasional

KBAA --  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan menggelar kirab menyambut Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2015. Pelaksanaan kirab dimulai pada 18-22 Oktober mendatang.

Kota Surabaya, tepatnya di Tugu Pahlawan pada Ahad (18/10) pukul 09.00 WIB akan menjadi titik mula pelaksanaan kirab. Di sana, akan dilakukan penyerahan Pataka oleh Rais Aam kepada Sekjen PBNU.

Perjalanan akan dilanjutkan ke Gresik, Lamongan, Tuban, dan Sarang. Di kabupaten-kabupaten tersebut mereka juga akan mengunjungi masjid serta pesantren setempat. Mereka dijadwalkan akan sampai ke Tuban pada Senin (19/10). Di Tuban mereka akan melakukan ziarah makam wali dan juga istighosah.


More 

Galeri Buya Ali Akbar Marbun

Sumber: Antara Sumut

Sumber: Aktual.com

Sumber: Tribunnews

Sumber: Bangsaonline

Sindonews
KBAA --    Diambil dari berbagai sumber      

Top