Latest Post

Junior high school teacher caught for taking crystal meth

Written By marbun on Sunday, December 07, 2014 | 3:10 PM

Police in East Java's Bangkalan district have caught a junior high school teacher on charge of consuming crystal methamphetamine (shabu-shabu).

The suspect was caught while taking crystal meth along with his four friends at a neighborhood watch post (poskamling) in Pocong village, Bangkalan district, the chief of the drug unit of the Bangkalan district police, Adj. Comsr. Hery Kristanto said here on Sunday.

Kristanto said the 46-year old suspect, identified by his initial as M, is a teacher of state junior high school SMPN 1 in Kokop sub-district.

The suspect told a team of investigators that he was tempted by his friends to take the contraband.

"The other four suspects ran away when police officers were raiding the post so only one of the five suspects was arrested," he said.

During the raid, the police also seized 0.50 gram of crystal meth, a cigarette lighter and a burner.

M is charged with violating article 112 paragraph 1 of law number 35 of 2009 on narcotics. If found guilty, he can be sentenced to a minimum of 4 years and a maximum of 12 years in jail and fined Rp800 million. (ant/mar)

Walhi: Jangan Ada Lagi Reklamasi Pantai Mamuju

Koordinator Paralegal Wahana Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ramadhan berharap tidak ada lagi dilaksanakan proyek reklamasi di pesisir pantai Mamuju karena akan berdampak pada alam.

"Kalau reklamasi pantai Mamuju terus dilakukan maka akan berdampak pada alam, yakni air tidak akan leluasa mengalir laut dan yang terjadi adalah banjir," kata Ramadhan di Mamuju, Minggu.

Ia mengatakan, pada (3/12) terjadi banjir di Mamuju mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir di sejumlah wilayah Mamuju hingga satu meter, karena dampak dari sungai yang muaranya ditutup, kemudian meluap kepemukiman penduduk dan menggenangi pasar sentral Mamuju, sejumlah sekolah, kantor pemerintah pekuburan Islam, dan pusat pelayanan publik lainnya.

"PT AKAS yang membangun jembatan di jalan arteri yang dibangun dipesisir Kota Mamuju, menutup muara sungai membangun jembatan akibatnya banjir terjadi terjadi itu karena PT AKAS tidak profesional bekerja, membangun jembatan tidak perlu menutup sungai, yang tentu berbahaya," katanya.

Menurut dia, begitu halnya ketika reklamasi pantai Mamuju dilakukan maka laju sedimentasi tidak akan lancar dan akan terjadi pendangkalan sungai yang bisa mengakibatkan sungai meluap.

Oleh karena itu ia mengatakan, reklamasi pantai di Mamuju jangan lagi dilakukan dan pemerintah jangan memberikan izin.

"Proyek reklamasi pantai Kabupaten Mamuju yang direncanakan akan dilaksanakan PT Egy Resourch, jangan diberikan izin karena akan berdampak alam," katanya.

Peneliti tambang, Nurdin Ashat ST mengatakan, PT Egy Resourch berencana akan melakukan reklamasi pantai Mamuju seluas 25 hektare mula dari pesisir pantai Kelurahan Karema dan Kelurahan Rimuku Kabupaten Mamuju.

Menurut dia, proyek yang akan menelan dana mencapai Rp81 miliar itu, akan berada di muara sungai Kelurahan Karema sekitar 300 meter, dan muara sungai itu menghadap ke pelabuhan Feri Mamuju yang letaknya sangat dekat.

Nurdin mengatakan, apabila muara pantai Kelurahan Karema ditimbun dengan melakukan reklamasi pantai untuk kebutuhan investasi PT Egy Resourch, maka laju sedimentasi sungai Karema akan terhambat dan dapat mengalami pendangkalan.

"Jangan kepentingan segelintir pengusaha, kemudian mengorbankan kepentingan publik seperti pelabuhan, jadi pemerintah dan dewan, harus jeli melihat ini, karena sepertinya investor tidak mengkaji tinjauan studi terhadap pantai dan laut, morfologi pantai, hidrodinamika pantai, sebelum melancarkan niatnya melakukan proyek reklamasi," katanya. (ant/adm)

Ini Investasi Prospektif untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2015

Written By marbun on Thursday, November 20, 2014 | 5:14 PM

Pakar "foreign exchange" atau perdagangan valuta asing asal Singapura, Mario Singh mengatakan Pemerintah Indonesia dapat fokus mengelola lima sektor prospektif pada 2015 antara lain investasi, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Lima sektor yang berpotensi di 2015 adalah sektor keuangan atau investasi, perbankan, sektor kelautan, sektor pertambangan dan sektor pertanian," kata Mario Singh usai diskusi bertajuk Market Outlook 2015 and Trading Strategies yang digelar konsultan investasi, PT Faba Indonesia di Jakarta, Kamis.

Pada sektor investasi, kata pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) FX1 Academy Singapura itu, Pemerintah Indonesia perlu fokus pada pendalaman pasar modal untuk memiliki lebih banyak investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Ia menilai sektor perbankan perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Indonesia karena perbankan berperan penting untuk memperdalam sektor pasar modal.

"Saya pikir pendalaman pasar modal ini penting karena jika pasar modal tidak diperdalam, maka banyak orang akan tertarik berinvestasi keluar dan akan memicu banyak uang mengalir keluar negeri," ujarnya.

Kondisi uang keluar lebih banyak dari yang masuk, katanya, akan menyebabkan nilai tukar rupiah terdepresiasi sehingga defisit neraca perdagangan Indonesia semakin besar.

Selain itu, katanya, sektor kelautan menjadi fokus pengembangan berkaitan dengan upaya pembangunan 24 pelabuhan sesuai dengan program tol laut Presiden Joko Widodo.

Sektor pertambangan, katanya, perlu difokuskan pada kebutuhan ekspor yang dapat menjual ke luar negeri, seperti penambangan batu bara untuk memenuhi permintaan India.

Sektor pertanian, lanjutnya, menjadi penting karena Indonesia saat ini adalah produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pertama terbesar di dunia sehingga pemerintah perlu meningkatkan upaya peningkatan produktivitas pertanian termasuk usaha masyarakat.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsyad mengatakan areal kelapa sawit Indonesia pada 2012 mencapai sekitar 9,23 juta hektare, produksi CPO 28 juta ton, nilai ekspor 23,8 juta dolar AS, sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya 10 juta ton.

"Kendala peningkatan produktivitas sawit adalah bibitnya palsu, lahan marginal, pupuk kurang, tanaman tua. Dari sisi rendemen adalah kultur teknis, sortasi, brondolan, kontaminasi. Kendala sisi sosial adalah pendidikan, budaya, adopsi teknologi dan kesempatan," katanya.

Mario Singh mengatakan selain kelima sektor tersebut, sektor infrastruktur juga termasuk menguntungkan dalam prospek pasar 2015 karena pembangunan infrastruktur akan membawa lebih banyak investasi asing langsung (FDI).

Dengan pengembangan dan pemantapan sektor tersebut, ujarnya, investasi dalam negeri semakin tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. (ant/adm)

Gempa di Ternate Masih Terasa

Written By marbun on Friday, November 14, 2014 | 7:55 PM

Pemantauan tsunami dan dampak gempa masih terus dilakukan oleh Posko BNPB ke BPBD yang wilayah berpotensi terdampak. Gempa 7,3 SR telah diikuti gempa susulan 5 SR pada pukul 09.43 WIB dan 6,3 SR di 93 Km Tengah Bolaang Mongondu pada pukul 10.08 WIB.  

Kepala BMKG telah melaporkan peringatan dini kepada Kepala BNPB. Kepala BNPB langsung menuju Pusdalops BNPB dan telah menginstruksikan jajaran BNPB untuk persiapan gerakan ke daerah bencana dengan menyiapkan pesawat terbang, logistik dan satuan reaksi cepat penanggulangan bencana jika sewaktu-waktu darurat.

Menurut rilis dari humas BNPB, berdasarkan laporan BPBD, gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Sitaro. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Guncangan dirasakan selama 5-7 detik.  Saat ini masyarakat masih berada di luar rumah dan berangsur normal.

Di Ternate dan Kabupaten Sula gempa dirasakan kuat. Belum ada laporan tsunami hingga pukul 10.25 WIB.  Belum ada laporan kerusakan. Di Manado gempa dirasakan cukup kuat selama 5-7 detik. Info dari Halmahera Barat, gempa terasa keras dan di sepanjang pantai pesisir belum ada laporan tsunami hingga 10.45 Wib. Belum ada laporan kerusakan.

Berdasarkan analisis dari Pacific Disaster Center, tsunami dengan tinggi gelombang 0.3 - 1 m akan mencapai beberapa wilayah pesisir Indonesia. Perkiraan 0.5 jam mencapai pantai Manado dan Ternate. Selanjutnya 1-2 jam kemudian mencapai pantai Maluku, Papua, dan Sulteng.

Daerah yang statusnya SIAGA Tsunami dan sudah dikonfirmasi Halmahera, Talaud, Bolaangmongondow Selatan, daerah tersebut merasakan getaran gempa dengan kuat. Pusdalops BNPB sudah memberitahukan waktu kedatangan gelombang tsunami di daerah tersebut. BPBD setempat sedang memberikan arahan kepada masyarakat. Laporan lebih lanjut akan kami laporkan.

Akademisi Minta Pemerintah Selektif Keluarkan Izin Investasi

Seorang akademisi mengingatkan pemerintah agar selektif dalam mengeluarkan perizinan terhadap masuknya investasi asing sehingga tidak mengorbankan industri dalam negeri.

"Investasi asing memang masih sangat diperlukan menopang perekonomian, tapi perlu dicermati sektor mana yang boleh dan tidak," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Erwan Agus Purwanto, PhD di Yogyakarta, Sabtu.

Erwan menilai, pemerintah perlu mengarahkan agar masuknya investasi asing terfokus di sektor-sektor produksi berteknologi berat dan tinggi. Adapun sektor produksi dengan teknologi menengah dapat diprioritaskan bagi investor dalam negeri.

"Mestinya yang bisa digarap oleh bangsa sendiri tidak perlu melibatkan asing, seperti eksploitasi batu bara yang tidak memerlukan teknologi yang rumit," kata dia.

Pemerintah, menurut dia, jangan sampai berfokus mengundang pemodal asing masuk Indonesia semata. Melainkan juga perlu menstimulasi pertumbuhan pemodal domestik.

"Pada kenyataanya realisasi penanaman modal asing selalu lebih tinggi dibanding domestik," kata dia.

Kompetisi pemodal asing dengan pemodal domestik atau pemodal besar dan kecil, menurut Erwan, seyogyanya juga perlu diatur dengan regulasi yang tepat.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti sebelumnya mengatakan kehadiran perusahaan tambang dalam negeri juga perlu terus menerus didorong pemerintah, misalnya dalam kemudahan perizinan.

Perizinan tambang yang masih terlalu mahal akan mengakibatkan dominasi perusahaan-perusahaan multinasional di dalam negeri karena perusahaan tersebut yang mampu menjangkau.
"Perizinan tambang sampai saat ini masih mulai Rp1-2 miliar," kata dia. (ant/adm)

Aceh Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Berbasis Ekspor

Pemerintah Provinsi Aceh akan terus meningkatkan aktivitas ekonomi berbasis ekspor terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

"Salah satu peluang yang dimanfaatkan terkait dengan usaha pencapaian visi Pemerintah Provinsi Aceh adalah dengan meningkatkan aktivitas ekonomi yang berbasis ekspor," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Lhokseumawe, Jumat.

Dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten II Setda Aceh Azhari Hasan pada rapat koordinasi perekonomian, Gubernur menjelaskan keberadaan pelabuhan Krueng Geukueh merupakan salah satu kunci bagi perbaikan arus ekspor impor ini.

Untuk itu upaya perbaikan fasilitas mutlak harus ditingkatkan, apalagi diketahui bahwa pemanfaatan pelabuhan tersebut untuk ekspor migas sudah tidak ada lagi setelah yang terakhir dilakukan beberapa waktu lalu.

Gubernur menjelaskan banyak target pembangunan ekonomi yang belum dicapai. Untuk itu dibutuhkan kerja sama, koordinasi dan kerja keras semua agar perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh bisa diwujudkan.

"Tahun depan kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN segera berlaku. Situasi itu pasti akan menghadirkan persaingan ketat di antara anggota ASEAN, yang sudah pasti berpengaruh hingga ke tingkat lokal," katanya menjelaskan.

Oleh sebab itu, Zaini Abdullah mengatakan perlu langkah untuk mengantisipasi agar kebijakan tersebut memberi manfaat bagi Aceh.

Adapun hasil Rakor yang dicapai adalah termasuk peningkatan produksi komoditi ekspor utama dan potensial dikawasan Lhokseumawe dan sekitarnya (hinterland).

Kemudian pembangunan gudang konsolidasi di luar pelabuhan sebagai tempat penampungan sementara dan gudang transit yang dilengkapai dengan cold storage dalam upaya pengumpulan barang yang belum memadai.

Sementara dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana pelabuhan Krueng Geukueh, diharapkan peningkatan koordinasi yang lebih intensif antara Pemerintah Aceh, Kementerian Perhubungan dan PT. Pelindo I.

Untuk meminimalisir tingginya biaya bongkar muat dan biaya tambahan tidak resmi dalam pengurusan izin pelayaran, Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota terkait perlu segera melakukan koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat dan Syahbandar. (ant/adm)

Ulama Sampang KH Alawy Muhammad Wafat

Written By marbun on Monday, November 10, 2014 | 2:52 PM

Ulama kharismatik dari Pulau Garam, Madura, yang dikenal sebagai pembela rakyat kecil dalam kasus 'berdarah' pembangunan waduk Nipah di Kabupaten Sampang, KH Alawy Muhammad, Senin (10/11) sekitar pukul 16.30 WIB, wafat.

"Sejak sebulan terakhir ini, KH Alawy memang sering sakit-sakitan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang. Karena kondisinya kian memburuk, maka KH Alawy dirujuk ke Rumah Sakit PHC Surabaya sejak Minggu (9/11) lalu," tutur keluarga almarhum di rumah duka di Dusun Tanggumung, Desa Karongan, Sampang, Nurullah, Senin malam.

Namun di ruang ICU (intensive care unit) RS PHC itu, kondisi ulama asal Sampang itu justru kian memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia.

Kabar wafatnya ulama kharismatik Madura asal Sampang ini cepat menyebar ke masyarakat, baik ulama pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura, maupun kepada jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebab KH Alawy merupakan tokoh yang dikenal getol berjuang di partai berasaskan Islam itu. (ant/adm)

Pesantren

Persaudaraan Haji Alumni Al Kautsar Al Akbar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Al Akbar News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger