Latest Post

Ini Investasi Prospektif untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2015

Written By marbun on Thursday, November 20, 2014 | 5:14 PM

Pakar "foreign exchange" atau perdagangan valuta asing asal Singapura, Mario Singh mengatakan Pemerintah Indonesia dapat fokus mengelola lima sektor prospektif pada 2015 antara lain investasi, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Lima sektor yang berpotensi di 2015 adalah sektor keuangan atau investasi, perbankan, sektor kelautan, sektor pertambangan dan sektor pertanian," kata Mario Singh usai diskusi bertajuk Market Outlook 2015 and Trading Strategies yang digelar konsultan investasi, PT Faba Indonesia di Jakarta, Kamis.

Pada sektor investasi, kata pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) FX1 Academy Singapura itu, Pemerintah Indonesia perlu fokus pada pendalaman pasar modal untuk memiliki lebih banyak investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Ia menilai sektor perbankan perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Indonesia karena perbankan berperan penting untuk memperdalam sektor pasar modal.

"Saya pikir pendalaman pasar modal ini penting karena jika pasar modal tidak diperdalam, maka banyak orang akan tertarik berinvestasi keluar dan akan memicu banyak uang mengalir keluar negeri," ujarnya.

Kondisi uang keluar lebih banyak dari yang masuk, katanya, akan menyebabkan nilai tukar rupiah terdepresiasi sehingga defisit neraca perdagangan Indonesia semakin besar.

Selain itu, katanya, sektor kelautan menjadi fokus pengembangan berkaitan dengan upaya pembangunan 24 pelabuhan sesuai dengan program tol laut Presiden Joko Widodo.

Sektor pertambangan, katanya, perlu difokuskan pada kebutuhan ekspor yang dapat menjual ke luar negeri, seperti penambangan batu bara untuk memenuhi permintaan India.

Sektor pertanian, lanjutnya, menjadi penting karena Indonesia saat ini adalah produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pertama terbesar di dunia sehingga pemerintah perlu meningkatkan upaya peningkatan produktivitas pertanian termasuk usaha masyarakat.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsyad mengatakan areal kelapa sawit Indonesia pada 2012 mencapai sekitar 9,23 juta hektare, produksi CPO 28 juta ton, nilai ekspor 23,8 juta dolar AS, sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya 10 juta ton.

"Kendala peningkatan produktivitas sawit adalah bibitnya palsu, lahan marginal, pupuk kurang, tanaman tua. Dari sisi rendemen adalah kultur teknis, sortasi, brondolan, kontaminasi. Kendala sisi sosial adalah pendidikan, budaya, adopsi teknologi dan kesempatan," katanya.

Mario Singh mengatakan selain kelima sektor tersebut, sektor infrastruktur juga termasuk menguntungkan dalam prospek pasar 2015 karena pembangunan infrastruktur akan membawa lebih banyak investasi asing langsung (FDI).

Dengan pengembangan dan pemantapan sektor tersebut, ujarnya, investasi dalam negeri semakin tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. (ant/adm)

Gempa di Ternate Masih Terasa

Written By marbun on Friday, November 14, 2014 | 7:55 PM

Pemantauan tsunami dan dampak gempa masih terus dilakukan oleh Posko BNPB ke BPBD yang wilayah berpotensi terdampak. Gempa 7,3 SR telah diikuti gempa susulan 5 SR pada pukul 09.43 WIB dan 6,3 SR di 93 Km Tengah Bolaang Mongondu pada pukul 10.08 WIB.  

Kepala BMKG telah melaporkan peringatan dini kepada Kepala BNPB. Kepala BNPB langsung menuju Pusdalops BNPB dan telah menginstruksikan jajaran BNPB untuk persiapan gerakan ke daerah bencana dengan menyiapkan pesawat terbang, logistik dan satuan reaksi cepat penanggulangan bencana jika sewaktu-waktu darurat.

Menurut rilis dari humas BNPB, berdasarkan laporan BPBD, gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Sitaro. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Guncangan dirasakan selama 5-7 detik.  Saat ini masyarakat masih berada di luar rumah dan berangsur normal.

Di Ternate dan Kabupaten Sula gempa dirasakan kuat. Belum ada laporan tsunami hingga pukul 10.25 WIB.  Belum ada laporan kerusakan. Di Manado gempa dirasakan cukup kuat selama 5-7 detik. Info dari Halmahera Barat, gempa terasa keras dan di sepanjang pantai pesisir belum ada laporan tsunami hingga 10.45 Wib. Belum ada laporan kerusakan.

Berdasarkan analisis dari Pacific Disaster Center, tsunami dengan tinggi gelombang 0.3 - 1 m akan mencapai beberapa wilayah pesisir Indonesia. Perkiraan 0.5 jam mencapai pantai Manado dan Ternate. Selanjutnya 1-2 jam kemudian mencapai pantai Maluku, Papua, dan Sulteng.

Daerah yang statusnya SIAGA Tsunami dan sudah dikonfirmasi Halmahera, Talaud, Bolaangmongondow Selatan, daerah tersebut merasakan getaran gempa dengan kuat. Pusdalops BNPB sudah memberitahukan waktu kedatangan gelombang tsunami di daerah tersebut. BPBD setempat sedang memberikan arahan kepada masyarakat. Laporan lebih lanjut akan kami laporkan.

Akademisi Minta Pemerintah Selektif Keluarkan Izin Investasi

Seorang akademisi mengingatkan pemerintah agar selektif dalam mengeluarkan perizinan terhadap masuknya investasi asing sehingga tidak mengorbankan industri dalam negeri.

"Investasi asing memang masih sangat diperlukan menopang perekonomian, tapi perlu dicermati sektor mana yang boleh dan tidak," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Erwan Agus Purwanto, PhD di Yogyakarta, Sabtu.

Erwan menilai, pemerintah perlu mengarahkan agar masuknya investasi asing terfokus di sektor-sektor produksi berteknologi berat dan tinggi. Adapun sektor produksi dengan teknologi menengah dapat diprioritaskan bagi investor dalam negeri.

"Mestinya yang bisa digarap oleh bangsa sendiri tidak perlu melibatkan asing, seperti eksploitasi batu bara yang tidak memerlukan teknologi yang rumit," kata dia.

Pemerintah, menurut dia, jangan sampai berfokus mengundang pemodal asing masuk Indonesia semata. Melainkan juga perlu menstimulasi pertumbuhan pemodal domestik.

"Pada kenyataanya realisasi penanaman modal asing selalu lebih tinggi dibanding domestik," kata dia.

Kompetisi pemodal asing dengan pemodal domestik atau pemodal besar dan kecil, menurut Erwan, seyogyanya juga perlu diatur dengan regulasi yang tepat.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti sebelumnya mengatakan kehadiran perusahaan tambang dalam negeri juga perlu terus menerus didorong pemerintah, misalnya dalam kemudahan perizinan.

Perizinan tambang yang masih terlalu mahal akan mengakibatkan dominasi perusahaan-perusahaan multinasional di dalam negeri karena perusahaan tersebut yang mampu menjangkau.
"Perizinan tambang sampai saat ini masih mulai Rp1-2 miliar," kata dia. (ant/adm)

Aceh Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Berbasis Ekspor

Pemerintah Provinsi Aceh akan terus meningkatkan aktivitas ekonomi berbasis ekspor terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

"Salah satu peluang yang dimanfaatkan terkait dengan usaha pencapaian visi Pemerintah Provinsi Aceh adalah dengan meningkatkan aktivitas ekonomi yang berbasis ekspor," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Lhokseumawe, Jumat.

Dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten II Setda Aceh Azhari Hasan pada rapat koordinasi perekonomian, Gubernur menjelaskan keberadaan pelabuhan Krueng Geukueh merupakan salah satu kunci bagi perbaikan arus ekspor impor ini.

Untuk itu upaya perbaikan fasilitas mutlak harus ditingkatkan, apalagi diketahui bahwa pemanfaatan pelabuhan tersebut untuk ekspor migas sudah tidak ada lagi setelah yang terakhir dilakukan beberapa waktu lalu.

Gubernur menjelaskan banyak target pembangunan ekonomi yang belum dicapai. Untuk itu dibutuhkan kerja sama, koordinasi dan kerja keras semua agar perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh bisa diwujudkan.

"Tahun depan kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN segera berlaku. Situasi itu pasti akan menghadirkan persaingan ketat di antara anggota ASEAN, yang sudah pasti berpengaruh hingga ke tingkat lokal," katanya menjelaskan.

Oleh sebab itu, Zaini Abdullah mengatakan perlu langkah untuk mengantisipasi agar kebijakan tersebut memberi manfaat bagi Aceh.

Adapun hasil Rakor yang dicapai adalah termasuk peningkatan produksi komoditi ekspor utama dan potensial dikawasan Lhokseumawe dan sekitarnya (hinterland).

Kemudian pembangunan gudang konsolidasi di luar pelabuhan sebagai tempat penampungan sementara dan gudang transit yang dilengkapai dengan cold storage dalam upaya pengumpulan barang yang belum memadai.

Sementara dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana pelabuhan Krueng Geukueh, diharapkan peningkatan koordinasi yang lebih intensif antara Pemerintah Aceh, Kementerian Perhubungan dan PT. Pelindo I.

Untuk meminimalisir tingginya biaya bongkar muat dan biaya tambahan tidak resmi dalam pengurusan izin pelayaran, Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota terkait perlu segera melakukan koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat dan Syahbandar. (ant/adm)

Ulama Sampang KH Alawy Muhammad Wafat

Written By marbun on Monday, November 10, 2014 | 2:52 PM

Ulama kharismatik dari Pulau Garam, Madura, yang dikenal sebagai pembela rakyat kecil dalam kasus 'berdarah' pembangunan waduk Nipah di Kabupaten Sampang, KH Alawy Muhammad, Senin (10/11) sekitar pukul 16.30 WIB, wafat.

"Sejak sebulan terakhir ini, KH Alawy memang sering sakit-sakitan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang. Karena kondisinya kian memburuk, maka KH Alawy dirujuk ke Rumah Sakit PHC Surabaya sejak Minggu (9/11) lalu," tutur keluarga almarhum di rumah duka di Dusun Tanggumung, Desa Karongan, Sampang, Nurullah, Senin malam.

Namun di ruang ICU (intensive care unit) RS PHC itu, kondisi ulama asal Sampang itu justru kian memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia.

Kabar wafatnya ulama kharismatik Madura asal Sampang ini cepat menyebar ke masyarakat, baik ulama pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura, maupun kepada jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebab KH Alawy merupakan tokoh yang dikenal getol berjuang di partai berasaskan Islam itu. (ant/adm)

Serunya, Petualangan Alkala Selamatkan Sungai Deli

Written By marbun on Saturday, November 08, 2014 | 8:07 PM

Foto: Darwis Nasution
Beberapa alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar bersama Save Our Rivers Consortium (SOR) berusaha menyelamatkan Sungai Deli di Medan yang mulai tercemar.

Kegiatan ini diabadikan di akun Facebook Darwish Nasution, alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar tahun ke-2. Darwis bersama Lukman Nurhakim dkk pegiat Save Our Rivers Consortium (SOR) menjelajahi Sungai Deli sampai ke Belawan.

Berbagai pengalaman dirasakan para perserta. Di antaranya saat melewati perumahan penduduk

"Ditertawakan, ditanyai hal-hal yang terkesan lucu sampai dipelototin dengan rona wajah yang penuh rasa curiga adalah hal yang akrab ditemui," tulis Darwis di akunnya.

Tidak jarang, kata Darwis, niat baik yang mereka lakukan dalam menyelamatkan Sungai Deli dimaknai tidak sesuai dengan tujuannya.

"Benar kata orang bijak bahwa terkadang niat yang baik bisa dipersepsikan salah bagi pihak lain," jelasnya. (adm)

Di Pesantren Ngurus Bebek?

Pemerintah diimbau untuk tidak memberikan bantuan kepada pesantren sekadarnya. Maksud dia, uang negara yang dialokasikan untuk membantu pesantren harus ditindaklanjuti dengan upaya pemberdayaan. Makanya, perlu cara-cara komprehensif agar dana yang tersalurkan ke pesantren tidak habis begitu saja.

“Dana yang diberikan dibarengi pembinaan dan manajemen pengelolaan keuangan kepada kiayi,” kata Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, Sabtu (8/11).

Diiringi canda, ia menyebut, kiayi di pesantren ‘terbiasa’ menerima sedekah. Karenanya, dana yang mengalir ke pesantren pastilah banyak. Maka, pemberian manajemen keuangan menjadi penting agar dana yang dicairkan efektif.

Pelatihan manajemen skill penting untuk menumbuhkan jiwa kemandirian pada santri. Namun, ia tidak sepakat jika pemberian materi manajemen keuangan dan bisnis di pesantren dimasukkan dalam kurikulum. “Takutnya nanti santri malah sibuk ngurus bebek bukannya belajar,” selorohnya. Baca Selanjutnya Di Sini

Pesantren

Persaudaraan Haji Alumni Al Kautsar Al Akbar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Al Akbar News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger