Header AD

Pemburu Harta Karun Ancaman Situs Sejarah Daraa

Provinsi Daraa, Suriah, kini menghadapi masalah serius terkait penggalian arkeologi liar. Aktivitas ini meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Peningkatan penggalian atau lazim disebut pemburu harta karun didorong oleh maraknya penggunaan perangkat deteksi logam modern. Banyak orang menggunakan alat canggih untuk mencari artefak secara ilegal.

Kelemahan pengawasan pemerintah menjadi faktor lain. Petugas keamanan terbatas karena fokus pada situasi keamanan yang kompleks di wilayah tersebut.

Situs-situs bersejarah di Daraa, seperti Khirbat Umm Huran di antara kota Nawa dan Jasim, menjadi target penggalian liar. Lokasi ini terancam rusak permanen.

Selain itu, Khirbat Al-Marj di barat Jasim, Khirbat Al-Kafirisa, dan Khirbat Namir juga rawan. Banyak situs lain di sekitar desa-desa Al-Lajat juga terancam.

Desa-desa seperti Al-Masmiyah, Al-Shara’i, Sha’ara, Tel Al-Ash’ari, Tel Al-Miqdad, Tel Hamd, Tel Sheikh Hussein, dan Kom Al-Muzayrib termasuk dalam daftar area rentan.

Kegiatan ini bukan hanya di satu tempat, tetapi tersebar di seluruh provinsi. Banyak kota tua juga terkena dampaknya.

Direktur Purbakala Daraa menyebut, penggalian rahasia semakin marak karena jumlah perangkat deteksi logam meningkat. Keamanan yang kurang membuat pengawasan sulit dilakukan.

Penanganan penggalian liar dilakukan oleh penjaga keliling yang rutin melakukan patroli. Mereka mencoba mendeteksi aktivitas ilegal dan melaporkan ke pihak berwenang.

Namun, para pelaku penggalian biasanya menggunakan sepeda motor dan mudah melarikan diri. Hal ini membuat identifikasi pelaku hampir mustahil.

Mayoritas patroli dilakukan dengan berjalan kaki. Tidak ada kendaraan atau sepeda motor bagi para penjaga, sehingga mereka bekerja dalam kondisi sulit.

Keterbatasan fasilitas membuat para penjaga sering menghadapi ancaman dan intimidasi dari pelaku. Mereka bekerja dengan risiko tinggi.

Hanya ada empat orang penjaga keliling untuk menutupi seluruh wilayah luas provinsi Daraa. Jumlah ini jelas tidak memadai.

Sumber daya yang terbatas membuat perlindungan terhadap situs sejarah sangat sulit. Banyak artefak dan lokasi berharga terancam rusak.

Daraa24 sebelumnya telah melaporkan kerusakan akibat penggalian liar. Laporan menyoroti kerusakan fisik situs dan hilangnya identitas budaya setempat.

Para ahli mengaitkan peningkatan penggalian dengan memburuknya kondisi ekonomi dan keamanan. Ketiadaan perlindungan nyata memperparah situasi.

Penggalian liar berpotensi menghancurkan memori sejarah wilayah tersebut. Banyak informasi berharga tentang masa lalu bisa hilang selamanya.

Fenomena ini juga menunjukkan lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku penggalian ilegal. Banyak pelaku beroperasi tanpa takut dihukum.

Masyarakat diajak berperan aktif dalam melindungi situs sejarah. Partisipasi lokal penting agar warisan budaya dapat dijaga.

Pemerintah dan komunitas internasional diharapkan dapat bekerja sama. Perlindungan situs sejarah membutuhkan perhatian serius dan tindakan konkret.

Jika tidak ada langkah tegas, peningkatan penggalian liar bisa menghapus sebagian besar jejak sejarah Daraa yang berusia ratusan hingga ribuan tahun.

Pemburu Harta Karun Ancaman Situs Sejarah Daraa Pemburu Harta Karun Ancaman Situs Sejarah Daraa Reviewed by Admin2 on 10:16 AM Rating: 5

Post AD